Tahap Perkembangan Kognitif Anak

sat-jakarta.com – Bagian ini merupakan sekilas perkembangan kognitif batita. Silakan cek sampai sejauhmana perkembangan kognitif si kecil!

* Mulai usia 13 bulan, ia mulai mengamati lingkungan sekitar dan bisa memetik berbagai pelajaran dari situ. Ia juga tahu kalau barang itu bisa dipindahkan. Ketika melihat Mama menggeser vas bunga, ia akan mencoba ikutikutan memindahkan benda tersebut. Atau ketika Mama merapikan sandal/sepatu, si batita akan “merapikan” juga meski pada praktiknya malah membuat tambah “berantakan”.

* Pada usia 14 bulan, si kecil sudah mengarahkan daya pikirnya terhadap suatu benda (ia bisa tekun memerhatikan mainan tertentu, bukan?). Ini juga memperlihatkan si batita bisa berkonsentrasi, meski rentangnya masih pendek (sekitar 10 menit).

* Sekitar usia 17 bulan, kemampuan mengamatinya sudah berkembang menjadi kemampuan meniru. Di usia 19 bulan, anak sudah banyak meniru perilaku orangtuanya. N Mulai usia 18 bulan, anak mulai menampakkan kemampuan berimajinasi untuk memikirkan benda yang tidak dilihatnya. Contoh, ia senang bermain peran.

* Anak mampu berpikir antisipatif di usia 21–23 bulan. Ia tidak sekadar mengimajinasikan benda yang tidak ada di hadapannya, lebih jauh lagi dia mulai dapat mengantisipasi dampak yang akan terjadi pada hal yang dilakukannya. Contoh, anak akan berusaha menghindar pada objek yang tidak disukai, atau pada posisi yang membuat anak berisiko untuk jatuh. Bila anak bertemu dengan orang yang tidak dikenal dia akan menghindar atau menangis atau berteriak.

* Di usia 2—3 tahun anak memiliki kemampuan menggunakan simbol berupa kata-kata dengan menamai suatu objek sesuai dengan yang dia mengerti.

* Anak mampu menyusun balok sesuai urutan besarnya dan mengetahui perbedaan antara satu dengan beberapa (kemampuan menghitung).

* Sekitar usia 2 tahun, anak dapat mengingat kembali kejadian-kejadian menyenangkan yang terjadi sebelumnya. Ia juga dapat memahami dan mengingat dua perintah sederhana yang disampaikan bersama-sama. N Ketika mencapai usia 18 bulan, anak memahami “waktu”, yaitu pemahaman “sebelum” dan “sesudah”. Selanjutnya pemahaman “hari ini”.

* Pada usia 2,5 tahun, anak mulai memahami pengertian “besok”, disusul dengan “kemarin” dan pengertian hari-hari selama seminggu di usia 3 tahun.

* Mendekati usia ketiga, kemampuan anak semakin kompleks. Anak mulai menggunakan objek subtitusi dari benda sesungguhnya. Misal, ia menyusun bantal- bantal sehingga menyerupai mobil dan dianggapnya sebagai mobil balap.

* Si batita dapat mengelompokkan mainannya berdasarkan bentuk; mobil-mobilan ia satukan dengan mobilmobilan, bonekanya ia kelompokkan dengan boneka lainnya.