Penyebab Anak Bicara Kasar, Perhatikan Perkembangannya

Pertumbuhan dan perkembangan anak-anak yang berjalan dengan baik dan idealnya akan menjadi impian semua orang tua. Kita tidak boleh melupakan tidak hanya perkembangan fisik dan psikologis, tetapi juga perkembangan kontrol linguistik anak-anak. Salah satu masalah yang dapat timbul dari perkembangan bahasa yang tidak terkontrol adalah ketika anak berbicara dengan kasar.

Ini tentu mengganggu orang tua, kan? Jadi apa penyebabnya? https://www.sekolahan.co.id/ Inilah kritiknya.

Anak-anak adalah peniru yang dapat diandalkan yang meniru tanpa memahami

Anak-anak seperti spons kering yang dapat menyerap segala jenis cairan, baik itu air, sirup atau bahkan racun. Mereka dapat dengan mudah menyerap berbagai informasi di sekitar mereka, termasuk kata-kata yang diucapkan oleh orang-orang di sekitar mereka.

Kata-kata kasar yang sering diambil seorang anak berasal dari lingkungan sekitar, baik itu sekolah, lingkungan tempat anak itu bermain, atau bahkan lingkungan keluarga. Untuk menghindari hal ini, keluarga juga harus mengendalikan kata-kata, terutama ketika mereka berada di dekat anak-anak.

Selain itu, orang tua juga harus memperhatikan kondisi lingkungan di mana mereka menghabiskan banyak waktu. Jika ada yang salah, maka segera cari solusinya berdasarkan penyebabnya.

Anak-anak memiliki masa eksplorasi linguistik yang perlu dipahami orang tua

Selain memiliki rasa ingin tahu yang besar, anak-anak juga cenderung ingin mengeksplorasi makna kata dan bahasa. Mereka biasanya akan memilih kosakata baru yang baru saja mereka dengar untuk memahami maknanya.

Namun, ada kalanya kosa kata adalah kata yang tidak pantas. Mereka ingin tahu arti kata itu dan bagaimana orang bereaksi ketika mereka mengatakannya.

Nah, jika anak Anda sudah tahu cara berbicara kasar, Anda jangan langsung memarahinya. Tanyakan apakah dia mengerti arti kata itu dan bagaimana dia tahu kata-katanya.

Jika anak Anda tidak tahu arti dari kata-kata yang diucapkan, Anda dapat mencoba menjelaskan bahwa kata-kata ini tidak baik untuk diucapkan. Jelaskan kepadanya juga bahwa di dunia ini, ada hal-hal yang pantas ditiru dan bahwa ada juga hal-hal atau kata-kata yang tidak layak ditiru.

Anak-anak belajar untuk meluluhkan emosi mereka

Ketika tidak bersama Anda, anak Anda mungkin melihat seseorang yang juga marah dan orang itu mengaburkan kata-kata kasar seperti “bodoh”, “bodoh” dan “bodoh”. Anak-anak akan sampai pada kesimpulan bahwa jika seseorang marah, kata-kata untuk diucapkan adalah itu. Akibatnya, anak-anak berbicara kasar ketika dia marah.

Ketika anak-anak marah dan berbicara dengan kasar, tenangkan mereka dengan lembut. Kemudian, pahamilah bahwa mereka tidak perlu berteriak, mengatakan dengan kasar atau melempar benda. Juga buat mereka mengerti bahwa perasaan marah atau kecewa itu wajar, tetapi emosi harus dikontrol dengan baik.

Anak-anak menggunakan kata-kata kasar untuk menarik perhatian

Ada kalanya anak-anak kurang mendapat perhatian dari lingkungan, termasuk orang tua. Untuk menarik perhatian ini, ia kemudian menyerap kata-kata yang sering diucapkan oleh orang-orang terdekat. Anak itu kemudian melihat reaksinya. Ketika dia berbicara dengan kasar, dia jelas akan mendapat reaksi negatif dari orang-orang di sekitarnya.

Mereka akan merasa puas dengan semua reaksi yang akan mereka terima, bahkan jika mereka belum mampu membedakan antara reaksi positif dan negatif. Reaksi yang mereka dapatkan membuat mereka berpikir bahwa berbicara kasar adalah cara yang ampuh untuk menarik perhatian orang di sekitarnya.

Ini adalah 4 penyebab umum anak-anak yang berbicara kasar kepada orang-orang di sekitar mereka. Dengan mengetahui penyebab yang berbeda, orang tua dapat, semoga, mengambil langkah-langkah yang tepat untuk mencegah anak-anak berbicara kasar. Sumber: https://www.pelajaran.co.id/