Mekanisme dan cara kerja hormon auksin

Mekanisme dan cara kerja hormon auksin – Nah pembaca, semua makhluk hidup memiliki apa yang kita sebut dengan hormon.

Hormon tidak terbatas hanya dimiliki oleh manusia dan hewan saja, bahkan ternyata tumbuhan juga memiliki hormon dengan berbagai macam fungsi dan kebutuhan. Beberapa dari hormon yang ada di tumbuhan , seperti hormon giberelin, hormon etilen, hormon kalin, hormon sitokinin, hormon asam abisat, asam traumalin, dan yang terakhir yaitu hormon auksin.

Nah hari ini pembaca akan membahas tentang hormon auksin. Apa sih hormon auksin itu? Gimana sih cara kerja hormon ini?

Pengertian Hormon Auksin

Auksin ini merupakan salah satu hormon yang ditemukan pada tumbuhan. Penemuan dari fungsi auksin ini ditemukan pertama kali oleh seorang ilmuwan bernama Fritz Went yang mengatakan bahwa ada suatu senyawa yang menjadi dalang pembengkokan koleoptil ke arah sisi cahaya. Hormon ini biasanya dtemukan pada akar, ujung batang dan pembentukan dari bagian bunga.

Auksin ditemukan oleh FW.Went pada tahun 1928. Pada mulanya, Went mendapatkan suatu zat pada ujung koleoptil kecambah sejenis gandum. Dari percobaan – percobaan ini lah, Went mulai menemukan adanya hormon Auksin yang berpengaruh terhadap pertumbuhan tumbuhan.

Nah , Auksin sendiri memiliki beberapa jenis, yaitu asam fenil asetat yang bisa ditemukan banyak pada jenis tanaman, IBA, atau asam indolbutirat bisa ditemukan pada berbagai jenis tanaman dengan kondisi dikotil dan pada daun jagung. Tidak hanya itu, ada pula 4-kloro indosalerat yang dapat ditemukan pada benih kacang yang masih muda.

Dari semua hormon auksin yang ada, IAA (Indole Acetic Acid) merupakan hormonyang leih dikenal. Hormon ini memiliki sifat : molekol organiknya kecil, mudah larut, terdistribusi asimetrik dan mampu untuk melintasi membran. IAA juga berpengaruh dalam pertumbuhan batang tanaman ke atas dan akar ke bawah.

Mekanisme Hormon Auksin

Mekanisme Hormon Auksin sangat dipengaruhi adanya cahaya. Hormon auksin barulah aktif apabila tidak terkena cahaya. Bagian yang tidak terkena cahaya aktif memproduksi auksin sehingga terjadinya penimbunan auksin. Nah, penimbunan ini memungkinkan adanya pemanjangan pada sel di sisi tersebut menjadi lebih cepat dari biasanya sehingga batang membengkok ke arah datangnya cahaya, menarik bukan?

Berkaitan dengan  pemanjangan sel – sel tanaman, khususnya akar, Hormon Auksin ini menginisasi pemanjangan sel dengan cara mempengaruhi pengendoran / pelenturan dinding sel.

Auksin mampu memacu protein – protein tertentu yang ada di membran plasma sel tumbuhan untuk memompa ion H+ ke dinding sel.

Ion itu akan mengaktfikan  enzim tertentu yang dibutuhkan sehingga memutuskan beberapa ikatan silang hidrogen rantai molekul selulosa yang berfungsi untuk menyusun dinding sel.

Hasil dari reaksi tersebut akan membuat Sel memanjang dikarenakan adanya air yang masuk dengan sistem osmosis. Adanya pemanjangan ini mengakibatkan sel –sel yang  terus tumbuh dengan mensintesis kembali material dinding sel dan sitoplasma.

Hormon Auksin diproduksi oleh koleoptil ujung tunas. Hormon ini memiliki pertumbuhan ujung apikal dan penghambatan tunas lateral. Pada umumnya hormon auksin memiliki fungsi sebagai berikut :

  1. Hormon auksin merangsang pembentukan akar dan mempertahankan sifat geotropisme negatif dari batang
  2. Hormon auksin mampu merangsang berkembangnya akar lateral dari serabut akar sehingga meningkatkan penyerapan air dan mineral
  3. Hormon auksin bisa merangsang pembelahan sel kambium sehingga mampu menyebabkan pertumbuhan jaring yang bersifat vaskuler
  4. Hormon auksin mempengaruhi pemanjangan, diferensiasi sel dan pembelahan sel
  5. Hormon auksin memelihara dinding sel tetap elastis, merangsang pembentukan dinding sel , tetapi tidak merangsang pembentukan dinding sel sekunder.
  6. Hormon auksin akan menyebabkan pembedaan sel menjadi xiem hingga mampu meningkatkan tranportasi air dan mineral

Sumber : Agrotek