Cara Cek Tonggak Perkembangan Anak

Setiap hari, seharusnya ada saja lompatanlompatan perkembangan si batita. Selain bikin bangga, apa yang ia lakukan mungkin saja bikin waswas. Nah, agar Mama Papa bisa tersenyum lebar menikmati momen perkembangannya, baca daftar berikut ini. Salah satu perkembangan yang pesat pada usia batita adalah keterampilan berbahasa. Seperti apa sih itu?

1. “Mama…!” tapi kok menunjuk kursi? Pada usia 1—1,6 tahun, si batita sudah bisa mengekspresikan keinginan dengan menggunakan satu kata yang cenderung diulangulang. Namun kata tersebut belum dalam arti sebenarnya. Contoh, ia mengucapkan kata “Mama… mama…” atau “Papa… papa…” sambil menunjuk kursi. Yang sebenarnya ingin dikatakannya adalah “Aku mau duduk di kursi itu” atau “Ayo kita duduk di kursi itu.”

2. Ingin tahu nama sesuatu. Di usia 1,6—2 tahun si kecil selalu ingin mengetahui nama sesuatu. Tak bosan ia akan bertanya “Ini apa?” “Itu apa?”. Tugas orangtua tentu menjawab segala pertanyaan itu. Fase perkembangan ini menunjukkan bahwa anak mulai sadar bahwa setiap benda memiliki nama. Semakin banyak informasi yang diperolehnya, kosakatanya semakin bertambah dan kelak akan membuatnya piawai berbahasa. Anak juga sudah menggunakan kalimat gabungan dari 2—3 kata. Perbendaharaan katanya bisa mencapai 50. Namun jika anak tampak mengalami “sulit” bicara (seperti terdengar gagap atau terpatahpatah), sekali lagi, ini sepenuhnya normal terkait kemajuan berpikirnya yang masih lebih cepat ketimbang perkembangan bahasanya.

3. Masa kalimat tunggal (usia 2—2,5 tahun). Batita semakin baik dalam berbahasa dan menyusun kalimat. Ia mampu menggunakan awalan dan akhiran yang membedakan bentuk dan warna bahasanya. Ia juga sering melontarkan kata-kata sendiri yang lucu kedengarannya. Contoh, “mobil” dibilang “obin”, “mobbing” atau bahkan “mbem”. Kata “stasiun” dibilang “tatun”. “Handuk” jadi “adun”. “Kucing” jadi “empus”.

4. Masa kalimat majemuk (usia 2,5 tahun dan seterusnya). Mampu mengucapkan kalimat panjang dengan semakin baik. Bahkan si batita mulai menggunakan kalimat majemuk, contoh, “Aku haus mau minum.” Di masa ini pertanyaan yang diajukannya semakin banyak. HIngga usia 36 bulan, perbendaharaan kata anak dapat mencapai 1.000 dengan 80% kata-kata tersebut dapat dipahaminya. Si batita juga mulai banyak berbicara mengenai orang di sekitarnya, terutama Mama, Papa, dan anggota keluarga lainnya. Seperti “Papa kerja”, “Mama cantik”, “Kakek bobok”.

Untuk stimulasi, ini yang Mama Papa bisa dilakukan: Usia 1—2 tahun * Manfaatkan bonus ?ash card dari nakita. Tunjukkan gambar (binatang, buah-buhan, dan lain-lain) sambil dijelaskan nama gambarnya “anjing” atau “apel”, dan sebagainya. * Sering-seringlah mengajak mengobrol si batita. Jangan lupa untuk mengucapkan kata-kata “ajaib”, seperti “Terima kasih, Sayang,” atau “Tolong ambilkan bola itu dong, Sayang.” * Pasel angka sederhana juga bisa diperkenalkan. Lakukan aktivitas berhitung secara verbal sampai ia dapat mengidentifkasi bentuk dari sebuah angka. Untuk memperkenalkan warna dimulai dengan aktivitas menyamakan warna, bisa menggunakan media permainan bola-bola, balok-balok juga pasel. – Usia 2—3 tahun Untuk menambah kosakata dan informasi pada si kecil, kita bisa bercerita tentang apa saja, termasuk menyebutkan nama anggota keluarga dan alamat rumah secara sederhana.

Mengapa Disebut Masa Emas?

Rentang usia 1—3 tahun menjadi “masa emas” terkait pesatnya perkembangan yang terjadi di usia ini. Dari area perkembangan motorik (halus dan kasar) hingga perkembangan bicara-bahasa pada buah hati. Dilihat dari perkembangan otaknya pun sangat pesat. Ketika lahir, berat otak anak adalah 27% dari berat otak seorang dewasa. Pada usia 2 tahun, berat otak sudah mencapai 90% dari berat otak orang dewasa. Artinya, pada usia ini perkembangan otak begitu pesat. Tepatlah bila dikatakan, di masa emas ini berbagai area perkembangan sang buah hati perlu dioptimalkan. Dan pada saat diusia inilah anak dapat dengan mudah menyerap semua pembelajaran yang diberikan terutama masalah bahasa. Lembaga les pelatihan bahasa asing online terbaik bisa menjadi pilihan jika dirasa dapat memberikan pelajaran di rumah. Selain itu dapat dipantau bagaimana perkembangannya dalam menyerap hal baru.